MediaRCM|Unggahan yang mengungkap dugaan kerusakan lingkungan masif akibat aktivitas tambang emas PT. BSI di Gunung Tumpang Pitu mendapatkan tanggapan yang sangat menyakitkan hati dari akun TikTok @FAIQ.TAMBANG. Alih-alih mengutamakan keprihatinan terhadap bencana lingkungan yang tengah terjadi, akun ini malah memilih untuk mempromosikan loyalitas politik yang buta, bahkan secara tidak langsung memberikan legitimasi pada tindakan yang bisa disebut sebagai “kejahatan terhadap alam”.
Banyuwangi, 18 Februari 2026
Dalam komentarnya yang penuh dengan emosi politik, @FAIQ.TAMBANG hanya membual tentang perkembangan Banyuwangi selama masa jabatan mantan Bupati Abdullah Azwar Anas dan mengucapkan “bangga” tanpa berpikir panjang. Alasan “manusia tidak sempurna” yang dia kemukakan sama sekali tidak relevan dan menjadi dalih yang lemah untuk membenarkan kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang yang tidak bertanggung jawab. Pengeboman yang dilakukan hampir setiap hari di kawasan yang terletak langsung di pinggir pantai selatan bukanlah hal yang bisa dianggap remeh – ini telah menyebabkan erosi tanah masif, pencemaran perairan dengan logam berat, kerusakan habitat satwa liar, dan ancaman nyata terhadap mata pencaharian ribuan nelayan dan petani lokal yang bergantung pada kelestarian alam.
Sikap @FAIQ.TAMBANG yang hanya melihat sisi “kemajuan” tanpa memperhatikan biaya lingkungan yang harus dibayar adalah bentuk kesalahan pandangan yang sangat berbahaya. Kemajuan yang diraih dengan cara merusak alam bukanlah kemajuan yang sebenarnya – itu hanya menunda bencana dan membebani generasi mendatang dengan masalah yang lebih kompleks. Dukungan terhadap figur kepemimpinan seharusnya tidak membuat seseorang tuli dan buta terhadap penderitaan alam dan masyarakat yang terkena dampak.
Akun @FAIQ.TAMBANG seharusnya menyadari bahwa prestasi pembangunan yang dia banggakan tidak akan bertahan lama jika dasar kehidupan yaitu lingkungan hidup sudah hancur berkeping-keping. Setiap tindakan yang merusak alam adalah pelanggaran terhadap hak-hak masyarakat dan generasi mendatang. Alih-alih membela yang tidak pantas dibela, akun ini seharusnya turut mendesak pihak berwenang untuk melakukan investigasi mendalam terhadap dugaan kerusakan lingkungan dan memastikan bahwa perusahaan tambang bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan yang ditimbulkan. Tidak ada alasan yang cukup untuk membenarkan pembantaian alam demi nama perkembangan yang semu.
(Tim Redaksi)



