Sambut Indonesia Emas 2045, Polres Batang Gelar Pelatihan AI Pertama di Polda Jateng

Reporter Redaksi 353 Views

BATANG, Media RCM.com – Menghadapi pesatnya perkembangan teknologi Kecerdasan Artifisial (AI) di berbagai sektor kehidupan, Polres Batang mengambil langkah proaktif dengan menggandeng organisasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan edukasi bagi pelajar SMA/SMK di Aula Kantor Bupati Kabupaten Batang, Senin (9/2/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan para siswa agar mampu memanfaatkan potensi AI dalam dunia pendidikan, sekaligus membentengi mereka dari maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks yang kini kian canggih berkat bantuan teknologi tersebut.

Kapolres Batang, AKBP Veronica, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan yang pertama kalinya digelar di jajaran Polda Jawa Tengah. Ia menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan kemampuan memilah informasi di tengah arus digital yang sangat cepat.

“Anak-anak kami bekali dengan kemampuan pemanfaatan teknologi AI agar nanti bisa menggunakannya untuk bersaing menyambut era Generasi Emas 2045,” tegas AKBP Veronica.

- Advertisement -

Ia berharap para pelajar tidak hanya sekadar menjadi penonton teknologi, tetapi mampu menjadi pengguna yang cerdas dan kompetitif.

Senada dengan hal tersebut, narasumber dari Mafindo Semarang, Wahyu Ariyanto, menjelaskan bahwa edukasi ini menitikberatkan pada etika penggunaan AI. Selain dasar-dasar pemanfaatan AI untuk aktivitas sehari-hari, Mafindo juga memperkenalkan platform aduan khusus bagi pelajar jika menemukan konten hoaks.

“Seiring kemajuan teknologi AI, remaja perlu diedukasi agar pemanfaatannya lebih tepat dan benar. Kami menyediakan wadah agar mereka bisa melaporkan informasi palsu yang mereka temui,” ujar Wahyu.

Antusiasme terlihat dari para peserta, salah satunya Keenan, siswa SMA Negeri 2 Batang. Meski sering menggunakan AI untuk membantu tugas sekolah, ia mengaku kini lebih sadar akan pentingnya verifikasi data.

“Setiap informasi yang didapat perlu kita saring lagi untuk memastikan kebenarannya,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar di Kabupaten Batang menjadi garda terdepan dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat, edukatif, dan bebas dari fitnah. (Dimas)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *