Kota Pekalongan, Media RCM.com – Pemerintah Kota Pekalongan resmi memperpanjang status siaga/tanggap darurat banjir hingga 13 Februari 2026. Kebijakan ini diambil sebagai upaya memaksimalkan pelayanan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir, baik yang mengungsi maupun yang bertahan di rumah masing-masing.
Hal ini disampaikan Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid saat memantau para pengungsi di Kelurahan Pasir Kraton Kramat dan gedung eks Kelurahan Kraton, Jumat (30/1/2026). Ia mengatakan bahwa perpanjangan status tersebut memberikan ruang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan penanganan banjir, terutama dalam hal logistik dan bantuan kemanusiaan.
“Status siaga banjir kita perpanjang sampai tanggal 13 Februari. Harapan kita, pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal. Alhamdulillah, bantuan dan upaya penanganan juga terus kita genjot,” katanya.
Dengan diperpanjangnya status tanggap darurat, koordinasi lintas sektor pun semakin diperkuat. Salah satu dampak positifnya adalah bertambahnya dukungan logistik dari berbagai pihak, termasuk Badan Urusan Logistik (Bulog).
“Perpanjangan status tanggap darurat ini membuka peluang bantuan tambahan dari Bulog, seperti beras dan minyak goreng, untuk mendukung kebutuhan logistik dapur umum,” jelasnya.
Wali Kota Aaf menambahkan, dapur umum tidak hanya disiapkan oleh pemerintah, tetapi juga banyak dibangun secara swadaya oleh warga di lingkungan terdampak. Hal ini karena tidak semua warga memilih mengungsi ke tempat pengungsian resmi.
“Banyak warga yang terdampak banjir tetapi tidak mengungsi. Biasanya di wilayah mereka ada dapur umum yang dibangun secara swadaya oleh warga. Pemerintah hadir dengan memberikan dukungan logistik ke dapur-dapur warga tersebut,” terangnya.
Sementara itu, dapur umum yang dikelola oleh Dinas Sosial dan P2KB Kota Pekalongan secara bertahap telah menyelesaikan operasionalnya. Namun demikian, Pemkot memastikan bahwa kebutuhan pengungsi tetap terpenuhi.
“Walaupun dapur Dinsos-P2KB sudah selesai, kebutuhan pengungsian tetap menjadi tanggung jawab dan tetap dipenuhi oleh Dinsos-P2KB,” tandasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Pemkot memastikan seluruh upaya penanganan akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman. (adv)



