Pekalongan, Media RCM.com – Musibah banjir kota Pekalongan yang berawal sejak Sabtu 17 Januari 2026, yang di sebabkan akibat hujan dengan intensitas sedang-besar disertai angin
dengan kondisi yang berkelanjutan, hingga saat ini di beberapa titik wilayah Barat dan Utara masih tergenang air yang cukup tinggi .
Sebagai Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Pejuang 24 turut prihatin dan peduli untuk dapat membantu meringankan beban para warga masyarakat yang terdampak musibah banjir, dengan mendirikan Dapur Umum Peduli Musibah Banjir yang bertempat di Halaman Ruko Jl. Gajah Mada Kota Pekalongan.
Teguh Hadi Santoso atau yang lebih akrab dengan panggilan Silva Hadi selaku ketua umum DPP LSM Pejuang’24 menyampaikan, bahwa sejak pemerintahan kota Pekalongan menetapkan status tanggap darurat pada tanggal 18 Januari 2026, keluarga besar Pejuang’ 24 segera mengakomodir semua jajaran pengurus dan anggota untuk mendirikan posko darurat ataupun dapur umum.
LSM pejuang’24 mengucapkan terima kasih kepada para dermawan, hamba Allah dan pihak pihak yang telah membantu terselenggaranya dapur umum ini, harapannya kedepan agar tetap terjaga sinergitas bukan saat ada musibah seperti saat ini.
Salah satu warga masyarakat yang terdampak dari kecamatan Tirto Hermanto saat menerima paket nasi bungkus merasa sangat terima kasih dan bersyukur, karena hingga saat ini baru ada bantuan nasi box, meskipun warganya tidak terdampak semua karena sudah surut airnya, akan tetapi masih ada 12 kepala keluarga yang terdapak banjir belum bisa aktifitas di dapur.
Sementara itu, Bayu Agung Pribadi S.K.M.,S.H.,M.H., selaku pembina mengapresiasi atas semangat dan kinerja para pengurus dan anggota DPP LSM Pejuang ’24 meskipun terlahir masih baru akan tetapi memiliki jiwa sosial yang tinggi yang tentunya ini sebagai modal awal untuk lebih maju dan berkembang serta berintegritas agar pejuang’24 di kenal masyarakat luas bukan hanya di kota Pekalongan saja dengan kearifan lokal sebagai bangsa yang berbudaya yang memiliki etika dan adab serta menjunjung tinggi gotong royong dan musyawarah demi terlaksananya demokrasi yang berkeadilan sosial berdasarkan Pancasila dan UUD’45.
Harapan dari berdirinya dapur umum Pejuang’24 ini semata mata hanya untuk membantu meringankan beban warga masyarakat terdampak musibah banjir yang tersebar di 20 kelurahan di empat (4) kecamatan di Kota Pekalongan dari Kelurahan Kalibaros, Poncol, Setono, Noyontaansari, dan Klego (Kecamatan Pekalongan Timur), dan Kelurahan Tirto, Podosugih, Pasirkratonkramat, Sapuro Kebulen, Bendan Kergon, Pringrejo, dan Medono (Kecamatan Pekalongan Barat), Kemudian, Buaran Kradenan, Banyurip, Jenggot, Kuripan Yosorejo (Kecamatan Selatan), serta Padukuhan Kraton, Bandengan, Krapyak, dan Panjang Wetan (Kecamatan Pekalongan Utara), semoga kondisi makin membaik dan aktifitas kembali normal .



