Yayasan Muallaf Al-Yumna Bedugul Bali Berqurban Lagi, di Hari Raya Iedul Adha 1444 H
MediaRCM.com 01-07-2023
hari ini merupakan bagian dari ibadah haji, di mana kita mengenang kisah Nabi Ibrahim AS Yang ketaatannya dengan ikhlas menyembelih anaknya Ismail yang kemudian diganti Allah SWT dengan seekor kambing sebagai simbol kepada kita untuk membuang sifat –sifat yang tidak baik pada diri kita, sehingga kita menjadi hamba yang selalu bersyukur dan bertaqwa kepada Allah SWT,”

Dan kali ini Yayasan Muallaf Al-yumna Bedugul Bali Berqurban 3 ekor sapi dan dua ekor kambing, Penyembelihan Hewan Qurban ini dilaksanakan di lingkungan Kampung Islam Candikuning dua Bedugul Pada Sabtu 01-7-2023,

Melalui ibadah yang di lakukan hari ini, kita diingatkan tentang pentingnya kesetiaan kepada Allah SWT dan kesiapan untuk mengorbankan yang terbaik bagi-nya” jelas ketua Panitia bapak Taufiqurrohman kepada awak Media,

turut hadir pada prosesi penyembelihan hewan qurban kali ini yaitu: Ketua yayasan muallaf Al-yumna bedugul Bapak Mudzakkir,Ustadz jumiadi Selaku pembina, Hajjah Siti Maisyaroh dan Panitia inti penyembelihan hewan qurban,

selain itu, ujar bapak taufiqurrahman melalui Pelaksanaan Qurban ini kita juga diajak untuk mengedepankan rasa saling berbagi dan kepedulian terhadap sesama.

“mari sama-sama kita merenungkan makna di balik perayaan ini. di tengah tantangan dan cobaan yang kita hadapi, marilah kita menjaga semangat gotong royong saling peduli dan kebersamaan dalam membangun masyarakat yang lebih ber aqidah dan makmur,mari kita saling mengingatkan dan membantu satu sama lain, terutama kepada mereka yang kurang mampu dan membutuhkan uluran tangan kita” ucapnya.

Pria yang akrab disapa stadz Opek itu mengatakan hari raya idul adha juga menjadi momen yang tepat untuk memperkuat tali silaturahmi antar sanak saudara, kerabat,tetangga,umat beragama dan memperkuat persatuan dan kesatuan kita dalam satu daerah.

Sedangkan ustadz jumiadi saat dimintai tanggapan terkait idul adha mengatakan Idul Adha atau hari raya qurban memiliki dua makna penting sekaligus. Yaitu: pertama, makna ketaqwaan manusia atas perintah sang khalik. kedua, makna sosial, di mana rasulullah melarang kaum mukmin yang memiliki kelebihan rezeki, akan tetapi tidak menunaikan perintah kurban beliau melarang mendekati tempat shalat-nya dan hal tersebut langsung disampaikan oleh nabi muhammad saw dalam sabdanya : barangsiapa yang memiliki kelapangan (rezeki) lalu tidak melakukan qurban, maka janganlah mendekati tempat shalatku.

“dalam konteks itu, nabi bermaksud mendidik umatnya agar memiliki kepekaan dan solidaritas tinggi terhadap sesama. karena kurban adalah media ritual, selain zakat, infak, dan sedekah”
Meskipun saat itu cuaca kurang bersahabat, hujan tidak memupuskan semangat para panitia qurban, saling bersinergi kompak dan penuh semangat sebagai bentuk kecintaan dan patuh terhadap seruan sang pencipta dan rasul nya,

rangkaian proses pun selesai sore hari, dan daging hewan qurban telah tersalurkan kepada ratusan masyarakat kampung Islam Candikuning dua yang berhak menerimanya.



