Kota Pekalongan, Media RCM.com – Tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir berdampak signifikan terhadap kondisi infrastruktur jalan di Kota Pekalongan. Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat mencatat hampir 80 persen ruas jalan kota mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari berlubang ringan hingga rusak sedang.
Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, mengungkapkan bahwa, DPUPR Kota Pekalongan saat ini terus mengintensifkan perbaikan di berbagai titik secara bertahap dan bergiliran. Tim teknis diterjunkan setiap hari untuk memastikan kerusakan jalan segera tertangani, meskipun dihadapkan pada kendala cuaca yang tidak menentu.
“Untuk beberapa hari terakhir, kami sudah melakukan perbaikan di sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Pattimura, kemudian Jalan Seruni yang kemarin dan hari ini masih kami lanjutkan, lalu Jalan Subhanasa, khususnya dari Markas Kodim 0710/Pekalongan menuju Binagriya. Selain itu juga ada Jalan Pelita dan Jalan Karya Bakti,” terang Khaerudin.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan perbaikan, DPUPR membagi tim menjadi dua shift kerja setiap harinya, yakni shift pagi hingga siang dan dilanjutkan shift siang hingga sore. Rata-rata satu shift menangani satu ruas jalan, sehingga dalam sehari minimal dua lokasi dapat diperbaiki.
Meski demikian, proses penanganan belum bisa dilakukan secara menyeluruh dalam waktu bersamaan. Hal ini disebabkan luasnya cakupan kerusakan dan faktor cuaca yang kerap menghambat pekerjaan di lapangan.
“Memang kendalanya, ketika kami sedang melakukan perbaikan lalu turun hujan, pekerjaan harus dihentikan. Kalau tetap dipaksakan, material yang sudah kami pasang bisa hanyut oleh air dan hasilnya jadi percuma. Jadi kami harus menunggu kondisi benar-benar memungkinkan,” jelasnya.
Saat ini, DPUPR telah mengantongi daftar sekitar 20 ruas jalan yang masuk dalam antrean perbaikan. Seluruh titik tersebut direncanakan akan ditangani dalam kurun waktu satu minggu hingga sepuluh hari ke depan, menyesuaikan kondisi cuaca dan kesiapan tim di lapangan.
Khaerudin mengakui bahwa, tingkat kerusakan jalan tahun ini tergolong luar biasa. Hujan dengan intensitas tinggi dan terjadi secara sporadis menyebabkan sejumlah ruas jalan yang sebelumnya dalam kondisi baik, mendadak mengalami kerusakan.
“Kerusakan ini memang banyak dipicu oleh curah hujan yang cukup tinggi dan terus-menerus. Bahkan jalan yang tadinya bagus pun bisa berubah menjadi rusak. Jadi sifatnya cukup sporadis,” ungkapnya.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di jalan dengan kondisi yang belum sepenuhnya optimal. Pengendara diminta tidak memacu kendaraan terlalu cepat demi menghindari risiko kecelakaan. (adv)



